Fokusmedis – Rasa gelisah yang muncul tiba-tiba memang bikin bingung. Apalagi kalau tidak sedang menghadapi masalah besar, tetapi jantung terasa berdebar, tangan gemetar, atau pikiran sulit tenang. Kondisi seperti ini tidak selalu berkaitan dengan stres. Dalam kasus tertentu, obat-obatan yang dikonsumsi juga bisa memicu gejala serupa.
Reaksi setiap orang terhadap obat berbeda-beda. Karena itu, ketika rasa cemas muncul setelah memulai pengobatan baru atau mengubah dosis, ada baiknya memperhatikan kemungkinan efek sampingnya.
Kenapa Obat Bisa Membuat Tubuh Gelisah?
Sebagian obat memengaruhi aktivitas sistem saraf, termasuk sistem saraf simpatik yang mengatur respons tubuh saat menghadapi ancaman. Ketika sistem ini aktif, denyut jantung bisa meningkat, tubuh terasa tegang, dan kewaspadaan ikut naik.
Sensasi tersebut terkadang menyerupai gejala kecemasan atau serangan panik. Meski begitu, jantung berdebar dan rasa gelisah tidak otomatis menandakan seseorang mengalami gangguan kecemasan. Penyebabnya perlu dilihat dari gejala lain, riwayat kesehatan, serta obat yang sedang digunakan.
Dr. Srini Pillay, yang memiliki latar belakang penelitian gangguan panik di McLean Hospital, pernah membahas keterkaitan antara aktivitas sistem saraf dan gejala kecemasan.
Jenis Obat yang Perlu Diperhatikan
Beberapa obat dan zat dapat menimbulkan efek yang terasa mirip dengan kecemasan, meskipun tidak semua orang mengalaminya.
- Dekongestan hidung: Kandungan seperti phenylephrine dapat membantu meredakan hidung tersumbat, tetapi pada sebagian orang bisa menimbulkan jantung berdebar atau rasa gelisah.
- Inhaler asma: Bronkodilator seperti albuterol membantu membuka saluran pernapasan. Efek sampingnya dapat berupa tremor dan peningkatan denyut jantung.
- Kortikosteroid: Obat untuk menangani peradangan ini, termasuk pada kondisi seperti asma, terkadang dapat memengaruhi suasana hati dan pola tidur.
- Obat stimulan: Zat stimulan, termasuk kokain, dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf sehingga memicu kegelisahan atau kepanikan.
- Obat hormon tiroid: Dosis yang tidak sesuai dapat menyebabkan gejala seperti jantung berdebar dan gelisah. Kelebihan hormon tiroid akibat kondisi medis juga bisa menimbulkan keluhan serupa.
- Obat lain: Beberapa antihistamin, antimikroba, dan terapi hormon dapat memengaruhi kondisi seseorang, bergantung pada jenis obat dan respons tubuh.
Daftar ini bukan berarti obat-obatan tersebut harus dihindari. Manfaat pengobatan tetap perlu dipertimbangkan bersama risiko efek sampingnya oleh tenaga kesehatan.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Gejala Muncul?
Jika kecemasan atau jantung berdebar mulai terasa setelah mengonsumsi obat tertentu, catat kapan keluhan muncul, dosis yang digunakan, dan apakah ada obat atau suplemen lain yang dikonsumsi bersamaan. Informasi ini akan membantu dokter atau apoteker menilai kemungkinan efek samping maupun interaksi obat.
Jangan langsung menghentikan obat resep atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi. Pada kondisi tertentu, penghentian mendadak justru bisa memperburuk kesehatan.
Jika keluhan disertai nyeri dada berat, sesak napas, atau pingsan, segera cari pertolongan medis.
Jangan Langsung Menganggapnya sebagai Stres
Rasa cemas memang bisa dipicu banyak hal, mulai dari tekanan emosional hingga kondisi kesehatan mental tertentu. Obat-obatan juga patut dipertimbangkan sebagai salah satu kemungkinan, terutama jika gejala muncul setelah pengobatan dimulai atau dosisnya berubah.
Mengenali pola gejala dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan merupakan langkah yang lebih aman daripada menebak-nebak penyebabnya sendiri.