Fokusmedis – Bertambahnya usia sering dikaitkan dengan tubuh yang makin rentan. Namun, ada hal lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan, yaitu kondisi mental orang lanjut usia. Perubahan suasana hati, rasa kesepian, hingga kehilangan minat pada aktivitas sehari-hari bisa menjadi tanda bahwa seorang lansia sedang menghadapi masalah psikologis.
Sayangnya, perubahan seperti ini terkadang dianggap wajar karena faktor usia. Padahal, kesehatan mental lansia perlu mendapat perhatian serius, sama seperti kesehatan fisik mereka.
Depresi dan Kecemasan Bukan Bagian Wajib dari Proses Menua
Memasuki usia lanjut, seseorang bisa menghadapi banyak perubahan sekaligus. Pensiun, kehilangan pasangan, kondisi kesehatan yang menurun, atau berkurangnya interaksi sosial dapat memengaruhi kesejahteraan emosional.
Menurut perkiraan global untuk 2023, sekitar 14,75% orang berusia 70 tahun ke atas mengalami gangguan mental. Depresi dan gangguan kecemasan termasuk masalah yang umum ditemukan pada kelompok usia ini.
Angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan psikologis pada lansia tidak bisa disepelekan. Depresi pada lansia, misalnya, bukan sekadar kesedihan karena bertambah tua. Kondisi ini dapat memengaruhi tidur, nafsu makan, konsentrasi, hingga kemampuan menjalani kegiatan sehari-hari.
Keluarga perlu lebih peka jika orang tua mulai sering murung, menjauh dari lingkungan, atau kehilangan ketertarikan terhadap hal-hal yang sebelumnya mereka sukai.
Tinggal Bersama Keluarga Belum Tentu Bebas dari Kesepian
Kesepian tidak selalu berarti hidup sendirian. Lansia yang tinggal di tengah keluarga pun bisa merasa terasing ketika jarang diajak berbicara, pendapatnya diabaikan, atau tidak lagi dilibatkan dalam kegiatan bersama.
Kondisi ini berbeda dengan isolasi sosial, yaitu terbatasnya hubungan dan interaksi dengan orang lain. Keduanya dapat saling berkaitan dan berdampak pada kesehatan mental.
Risiko lainnya datang dari perlakuan diskriminatif berdasarkan usia atau ageism, penelantaran, serta kekerasan fisik, emosional, dan finansial. Lansia yang merawat pasangan dengan penyakit kronis atau demensia juga dapat mengalami tekanan berkepanjangan, terutama ketika tidak memiliki dukungan yang cukup.
Karena itu, perubahan perilaku sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai akibat penuaan. Jika keluhan berlangsung terus-menerus atau mulai mengganggu aktivitas harian, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan layak dipertimbangkan.
Overlay3
Langkah Sederhana yang Bisa Dilakukan Keluarga
Menjaga kesehatan mental orang tua tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Perhatian sehari-hari justru bisa menjadi awal yang berarti.
- Ajak bicara tanpa menghakimi. Beri kesempatan kepada orang tua untuk bercerita, termasuk ketika mereka sedang merasa sedih atau cemas.
- Bantu mereka tetap terhubung. Kunjungan kerabat, pertemuan dengan teman, atau kegiatan komunitas dapat membuka kesempatan untuk berinteraksi.
- Dukung aktivitas yang disukai. Berkebun, memasak, membaca, berjalan santai, atau menjalankan hobi lain bisa membantu menjaga rutinitas dan rasa percaya diri.
- Perhatikan kondisi fisik. Tidur yang cukup, makanan bergizi, dan aktivitas fisik sesuai kemampuan turut mendukung kesejahteraan secara keseluruhan.
- Jangan ragu mencari bantuan. Tenaga kesehatan dapat membantu menilai gejala depresi, kecemasan, maupun perubahan perilaku yang memerlukan penanganan.
Pengasuh juga membutuhkan dukungan. Merawat lansia dengan kebutuhan kompleks bisa menguras tenaga dan emosi, sehingga bantuan keluarga, edukasi, serta waktu istirahat tetap diperlukan.
Lansia Berhak Merasa Aman dan Dihargai
Penuaan merupakan bagian dari kehidupan, tetapi penderitaan psikologis bukan sesuatu yang harus diterima begitu saja. WHO melalui inisiatif Decade of Healthy Ageing 2021–2030 turut mendorong upaya meningkatkan kualitas hidup orang lanjut usia.
Peran keluarga memang penting, tetapi lingkungan sosial dan layanan kesehatan juga perlu mendukung lansia agar tetap mandiri, terlindungi, dan terlibat dalam kehidupan bermasyarakat.
Pada akhirnya, perhatian kepada orang tua bukan cuma soal memastikan mereka makan tepat waktu atau minum obat sesuai jadwal. Menanyakan kabar, mendengarkan keluh kesah, dan menghargai keputusan mereka juga bagian dari perawatan.
Terkadang, hal yang paling dibutuhkan lansia bukan nasihat panjang, melainkan seseorang yang bersedia duduk sebentar dan benar-benar mendengarkan.


